Puluhan Ribu Tunawisma Setahun Pasca Gempa dan Tsunami di Palu

oleh -
Puluhan Ribu Tunawisma Setahun Pasca Gempa dan Tsunami di Palu

CAKRAWALA.INFO – PALU: Sekitar 60.000 orang masih tinggal di akomodasi darurat hampir setahun setelah gempa bumi dahsyat dan tsunami menghantam kota Palu di Indonesia, Kata PMI Senin.

Gempa berkekuatan 7,5 dan banjir berikutnya menghancurkan kota pesisir di pulau Sulawesi September lalu, menewaskan lebih dari 4.300 orang dan menggusur sekitar 170.000 penduduk.

Kekuatan dampak membuat seluruh lingkungan diratakan oleh pencairan – suatu proses di mana tanah mulai berperilaku seperti cairan dan menelan bumi seperti pasir apung.

Ini juga menghancurkan kapal-kapal nelayan, toko-toko dan sistem irigasi, merampok pendapatan penduduk setempat.

Setahun kemudian, sekitar 57.000 orang “masih tinggal di akomodasi sementara, tidak yakin di mana dan kapan mereka dapat membangun kembali” kata Palang Merah Indonesia dan Federasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional (IFRC).

“Kami berharap pemerintah akan melipatgandakan upaya mereka untuk mengidentifikasi daerah pemukiman dan membantu ribuan keluarga … membangun rumah permanen,” kata Jan Gelfand, kepala kantor negara IFRC Indonesia.

Sabtu menandai satu tahun sejak bencana

Sebelumnya Bank Dunia menawarkan kepada negara pinjaman hingga $ 1 miliar untuk mengembalikan kota tersebut.

Indonesia adalah salah satu negara paling rawan bencana di Bumi karena posisinya mengangkangi apa yang disebut Cincin Api Pasifik, tempat lempeng tektonik bertabrakan.

Kepulauan yang luas ini juga dihiasi lebih dari 100 gunung berapi, termasuk yang meletus antara Jawa dan Sumatra pada akhir 2018 dan melepaskan tsunami yang menewaskan lebih dari 400 orang.

Pada Boxing Day 2004, gempa bumi berkekuatan 9,1 melanda pantai Sumatra dan memicu tsunami yang menewaskan 220.000 di seluruh wilayah Samudra Hindia, termasuk sekitar 170.000 di Indonesia.

Editor: AzQ

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *